Dinda sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Wanita itu belum sadar setelah membersihkan luka dan mengecek apakah ada luka dalam. Lukanya tak parah. Hanya tifus nya saja yang meninggi. Farel setia duduk disamping brankar Dinda seraya mengenggam tangan wanita itu dan berkali kali mengecupnya. "Kalian berdua. Tunggulah didepan kamar ini. Karna semakin kesini. Yang mengincar Dinda semakin banyak," ucap Panji. "Baik pak!" dua bodyguard Panji pun menjaga didepan ruangan Dinda. Panji menghampiri Wisnu dan Laily. Wanita itu tertidur di sofa dengan bahu Wisnu sebagai bantalan. Sangat lama menunggu Dinda di ruang ICU. Panji tersenyum dan menepuk pelan pundak Wisnu. "Jagalah anak saya dengan baik. Saya tak mau menyalahkan diri saya lagi ketika lalai menjaganya dari kekasih iblisnya itu."

