Halaman 73

877 Kata

Setelah lama menunggu kini peresmian butik Vina. Ia sudah berhadapan dengan pita tak lupa gunting ditangannya. Saat menggunting pita. Tepukan riuh dari orang orang yang sudah menantikan butik Vina dibuka. Semuanya pun masuk kedalam begitupun Dinda dan Farel yang sangat antusias sekali. Vina menyunggingkan senyumannya saat butiknya sudah dibuka. Dinda takjub dengan butik besar milik Vina. Ini sih mewah banget. Awalnya Vina juga kaget. Tapi kata Farel sebagai hadiah karna selalu menemani istrinya. Dinda memeluk Farel. Ia mendongak menatap suaminya. "Baik banget sih," puji dinda. "Demi kebagiaan apa salahnya." Farel mengecup kening Dinda. Disini cukup ramai sekali. Karyawan Vina juga bertambah. Butik ini punya 3 lantai dan satu ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah tempat karyawan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN