Halaman 62

922 Kata

Hari berlalu, bulan berlalu. Kini usia kandungan Dinda sudah 7 bulan. Perutnya sudah membuncit. Menatap air yang tenang dibawah sana. Mengalir dengan tenang. Vina berdiri di dekat mobil. Setiap bulannya Dinda selalu mengunjungi tempat ini. Dimana insiden Farel hilang. Dinda mengelus perut buncitnya. Satu tangannya memegang pembatas jembatan. Ia harap Farel bisa melihat dirinya yang sedang mengandung. "Rel, nggak lama lagi anak kita akan lahir kedunia." "Aku udah lama menantikan dia." "Hari hari aku. Hanya bisa menatap kamu yang akan segera pulang." "Aku harap kamu masih hidup." "Selama mayat kamu belum ada. Aku yakin kamu masih hidup." Vina pun menghampiri Dinda dengan membawa payung. Dinda sudah lama berdiri di tepi jembatan. Hari pun mulai panas. Vina memayungi Dinda membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN