Halaman 61

947 Kata

Pagi pagi Dinda sudah muntah muntah. Wisnu yang berada di kamar sebelah dan mendengar Dinda muntah pun langsung menuju ke kamar Dinda. Hoeekk hoekkk Wisnu memijit tengkuk Dinda. Wanita itu hanya memuntahkan cairan bening saja. Laily juga ikut masuk ke kamar mandi dan mengelus punggung Dinda. Dinda mencuci mulutnya. Ia rasa tidak ada lagi yang ingin dimuntahkan. Tubuhnya sangat lemas sekali. Tangan Wisnu terulur mengambil handuk kecil dan mengelap mulut Dinda. Dinda hanya bisa menatap kosong saja. Tatapannya tak bisa diartikan. Ia hanya ingin Farel kembali. Hanya itu saja. Atau ia ingin bersama Farel disana. "Hari ini kita cek kandungan Dinda ya," pinta Laily dibalas anggukan oleh Dinda. "Jangan sedih dong. Kan ada Laily sama Wisnu disini. Senyum dong." Dinda berusaha tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN