Halaman 20

952 Kata

Ku menangis membayangkan.... Betapa kejamnya dirimu atas diriku.... Kau duakan cinta ini.... Kau pergi bersamanya... Dinda duduk dikarpet kamarnya sambil membersihkan lukanya. Ia sedang menonton sinetron suara hati istri yang ada di salah satu channel televisi yaitu indosiar. "Nangis terosss. Udah tau lakinya jahat masih aja bertahan. b**o banget!" Dinda mengomentari sinetronnya sambil mengobati lukanya dan sedikit meniupnya. "Luka kecil gini diperban segala. Lebay banget tuh si Farel! Kalo suka sama gue ya ungkapin lah! Ini diam diam aja kan gue kesal!" "Sesusah itu ngungkapin perasaannya!" "Tinggal bilang gini doang. Dinda gue suka sama lo. Lo mau kan jadi istri gue," ledek Dinda. "Gitu aja weh mudah. Hidup dipersulit!" Pintu bel rumah Dinda pun berbunyi. Wanita itu heran.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN