Halaman 19

1179 Kata

Dinda dan laily sudah bersiap untuk pergi kerja. Saat ini Dinda sedang memoleskan lipbalm dibibirnya. Bibirnya sudah warna pink alami tak perlu lagi memoleskan apapun kecuali Dinda lagi mau berdandan. Tring! Bossialan! Tidak perlu ke rumah saya. Langsung ke kantor saja. Dinda lupa mengubah nama Farel di ponselnya. Tidak biasanya Farel begini. Kalo Dinda terlambat sedikit saja pasti dicari. Baik Pak Farel. Dinda tak mempermasalahkan semuanya. Ia mengedikkan bahunya acuh saja dan kembali mengambil tasnya untuk berangkat kerja. ~ ~ ~ ~ Farel, pria itu sedari tadi menghindar dari Dinda. Dinda saja tak tau permasalahannya. Apa karna malam tadi? Kenapa harus mengindar dari Dinda. "Nu," panggil Dinda. Wisnu pun menoleh. "Apa?" "Pak Farel ada ngomong tentang gue nggak? Gue ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN