Vasco langsung menarik tengkuk laily dan menciumi wanita itu dengan kasar. Laily mencoba memukul d**a vasco namun tenaga pria itu cukup kuat. Laily menangis saat vasco mencium bibirnya dengan brutal sekali. Pria ini hanya terobsesi bukan mencintai. "VASCOOOO!" ~ ~ ~ ~ Vasco melepaskan ciumannya. Laily menatap Wisnu sendu. Wisnu langsung menghampiri Vasco. Bugh Satu bogeman mendarat di pipi Vasco membuat pria itu tersungkur. Wisnu memukul Vasco dengan membabi buta. Namun Vasco malah mengangkat senjatanya. "WISNUUU!" pekik Laily saat pistol itu mengarah ke kepala Wisnu. Wisnu mundur membuat Vasco tersenyum dan berdiri. Ia masih menodongkan senjatanya. "Pantas saja kau sering bermain dengan, Laily. Bibirnya sangat manis sekali. Sayangnya kau mengacaukan itu semua. Jika tidak mungki

