Acara pernikahan pun selesai begitu malam. Mereka langsung pulang kejakarta. Teman teman Dinda dan Farel langsung pulang kejakarta. Begitu juga yang lain. Kini kembali lagi dengan mereka yang berada di jogja. Mereka berada di markas. Tak bisa melacak keberadaan Mai dimana. "Rel," tangan Dinda menjadi dingin. Ia takut kalo mimpi yang ia lihat itu menjadi kenyataan. "Nggak papa. Kamu tenang ya." bagaimana Dinda tak tenang. Ia melihat sendiri bagaimana Mai disiksa dan dibunuh dengan sadis. Ia takut mai kenapa napa. Jayden datang dengan tergopoh gopoh. "Bagaimana bisa?" tanya Jayden. "Lo nggak ngomong sama Mbak Mai di telpon?" Zidan pun mulai bertanya namun Jayden menggeleng. "Ponsel gue hilang." Ah sial! Mereka gagal. Semuanya meleset begitu cepat. Musuhnya pasti tau kalo merek

