Acara tahlilan pun dimulai. Iringan surah pun terdengar. Jayden masih menatap Gustave dan Yasmine sengit. Namun Mona malah membalas dengan tatapan yang tak kalah menantang. Acara demi acara tahlilan pun selesai. Kini semuanya pamitan pulang tak lupa membawa sekotak nasi dan sekotak kue. "Din, bunda mau bicara," ucap Yasmine yang menghampiri Dinda. Dinda melirik Farel. Pria itu hanya mengangguk saja. Dengan malas pun Dinda mengikuti Yasmine menjauh dari rumah duka Mai. "Bicara sekarang," pinta Dinda yang melipat tangannya didepan d**a dan menatap lurus kedepan. "Jaga diri kamu baik baik-" "Itu Dinda udah tau. Musuh Dinda sekarang udah banyak. Tanpa Bunda kasi tau Dinda tau sendiri! Bisa aja musuh Dinda, Bunda sendiri!" "Din-" "Mulut kayak Dinda pasti punya musuh! Mulut yang asa

