Dinda masih termenung di kamarnya. Ia tak bisa menyelamatkan Mai dan bodohnya ia tak memberitahu Ayahnya jika Mai dalam bahaya. Ia hanya menyuruh mai berhati hati saja. Farel menyodorkan amplop kepada Dinda membuat Dinda mengambil amplop itu dan tertera nama Panji dan Sergio. "Apa ini?" tanya Dinda. "Coba buka. Aku belum lihat juga," jawab Farel. Dinda pun membuka amplop itu dan betapa terkejutnya isi amplop itu. Begitu juga Laily yang terkejut dengan isi amplop itu. "Honeymoon?" ucap Laily melihat isi amplop itu. Wisnu memandangi Laily dan mengambil amplop itu. "Bali?" Laily mengangguk. "Ini jadwal penerbangannya besok jam 7 pagi." "Hah? Papa yang benar saja. Mbak Mai baru juga meninggal dan ini nyuruh kita honeymoon." Laily tak bisa menebak pikiran kedua paruh baya yang su

