"Selamat siang." Sapanya dengan senyum aneh. Sapaan formal itu membuat semua yang duduk di meja berdiri, menyambut. Reandra, orang yang katanya adalah penanggung jawab mulai menjabat tangan mereka satu persatu. Namun saat tiba giliran Aqeela, alih-alih saling menjabat tangan, Aqeela justru mendapat senyuman remeh darinya. Pun hal itu berlaku pada Wira yang duduk di ujung meja. Aqeela memutar bola matanya, sedikit kesal dengan senyum itu. Namun di sisi lain, dia bersyukur karenanya dia tidak perlu mengeluarkan suara untuk menolak berjabat tangan. Abi sudah sering mewanti-wanti dirinya untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, apapun alasannya termasuk meski hanya untuk sekedar formalitas seperti saat ini. Ternyata apa yang ada di pikirannya benar, saat tadi peremp

