Aqeela bersimpuh di depan lemarinya untuk membereskan baju-baju yang siang tadi dia beli, dia juga banyak memisahkan baju yang sekiranya tak bisa dan tak akan dia pakai. Meski rasanya sayang, membuang baju itu seperti membuang separuh dari dirinya. Hufft… Dia menghela nafas panjang. “Kamu gak harus memisahkan semuanya sekarang, karena gak mungkin isi lemari mu hanya sepuluh potong gamis yang dibeli tadi siang.” Suara Abi menginterupsi pergerakan Aqeela. Aqeela menoleh, menatap suaminya yang duduk diatas sofa. “Berarti saya masih bisa pake semua ini dong?” tanya Aqeela antusias. Mendengar itu Abi terkekeh, dia bergerak mendekati Aqeela, “Nggak,” ujarnya. “Kamu boleh memakainya jika hanya ada saya, artinya kamu hanya boleh memakainya di kamar ini, tidak untuk keluar kamar.” Lanjut Abi

