Mimpi yang sempat menghampiri tidur Aqeela tidak hanya datang sekali saja, melainkan pada malam berikutnya dia memimpikan hal yang sama. Mimpi itu terus terulang hingga tiga kali dalam malam Aqeela, seolah tidak membiarkan Aqeela mengalihkan pikirannya dari mimpi itu. Memikirkan itu, rasa-rasanya Aqeela ingin mendatangi peramal mimpi saja jika tidak ingat perbuatannya bisa saja di kategorikan perbuatan syirik. Gini-gini Aqeela juga takut jika sudah menyangkut pelanggaran agama yang berat. Di tengah-tengah peningnya kepala Aqeela karena mimpi dan sangkut pautnya dengan lamaran Abi, keluarganya mendapat sebuah kabar buruk tentang ayahnya. Dimana ayahnya yang dikabarkan pingsan saat mengunjungi batalion untuk melihat pelatihan anggota kepolisian baru, dan langsung di larikan ke rumah sakit.

