Langkah kaki yang terdengar begitu ribut membuat Aqeela menoleh, Alex dengan semua drama kesiangannya sedang melangkah cepat menuju ke arahnya yang sedang masak. "Telat telat telat, gua berangkat ya kak bye!" Ucapnya tergesa, mencomot satu roti tawar dan cepat berlari. Aqeela hanya menggeleng. Padahal pagi tadi setelah pulang dari masjid, dia sudah mewanti-wanti adiknya agar tidak tidur lagi. Tapi Alex tetaplah Alex, dengan seribu alasan dia berhasil mendapat rasa iba dari Aqeela. And see, sekarang dia benar-benar telat. "Bang gus duluan ya!" Dari tempatnya Aqeela dapat mendengar teriakan Alex dan suara pagar yang di buka dengan cepat. Pasti temannya sudah menunggu di depan, Alex memang belum diizinkan membawa motor sendiri jadi tiap hari dia berangkat bersama temannya yang kebetulan

