Flashback… Ibu Aqeela menghela nafas. "Ibu tuh gak habis pikir sama kelakuan dan jalan pikiran kamu, ibu jadi ngerasa kamu tuh gak ada bedanya tau gak sama Alex yang bertindak semaunya." "Apa susah banget ya kalo kamu duduk sampai selesai setelah itu omongin baik-baik, gak usah minta Wira buat ikut campur," lanjut ibunya. Aqeela menatap ibunya lekat, dia ingin menangis rasanya berada di situasi yang seperti ini. "Kamu itu sudah dewasa, Qeela. Bersikaplah sesuai umur," ibunya belum selesai, dan Aqeela masih diam. Baru kali ini dia mendapatkan siraman rohani langsung dari ibunya, biasanya wanita itu akan memasrahkan segala kenakalan Aqeela pada ayahnya. Tapi entah mungkin karena ayahnya sedang tidak ada, dan ibunya sudah kehabisan cara untuk terus mempertahankan kesabarannya. "Aqeela

