Plok Plok Plok "Akh Davee akhhhh" desah Adeline keras. Ia mendesah lebih kencang dari biasanya karena tadi berhasil membuat lubang kecil pada pengaman yang kini suaminya pakai. Adeline ingin hamil dan harus hamil. Tidak peduli nanti Dave akan marah. Namun yang jelas, Dave tidak mungkin menolak bayi yang sudah tumbuh di rahimnya. "Akhhh Davee teruss akhhh" Desah Adeline saat Dave menghantam kewanitaannya dengan keras dan kasar. "Ghhhh nikmattt" Desah Dave tertahan lalu menahan pinggul istrinya lalu bergerak semakin brutal. Plok Plok Plok "Akhh Daveee pelann-pelaannn ahhh"Jerit Adeline kencang. Gerakan Dave terlalu cepat hingga ia kesulitan untuk menyesuaikan diri. Tapi memangnya kapan Dave pernah bergerak dengan lembut. Dave mengangkat kedua kaki Adeline ke pundaknya lalu bergera

