Bab 54

1462 Kata

"Buset. Malah nyalahin gue. Lo kenapa juga gak bertanya?" tanya lelaki itu. "Apanya yang mau ditanyain, woi? Dia itu temen gue dari kecil. Ya kali gue gak tahu soal dia," kata Iqbal. "Iya juga, ya? Ya sudahlah. Udah terlanjur," kata lelaki itu. Gibran hanya mendecak. Lagi-lagi, yang ia dapatkan adalah tempat paling belakang dan berada di pojok ruangan. Seakan-akan pojokan adalah tempat yang sudah ditakdirkan khusus untuknya. Mungkin cocok juga dengan sifat dia yang ada mirip-miripnya dengan sang makhluk yang identik dengan penghuni pojokan. Bahkan hanya untuk perkenalan saja, itu sudah memakan waktu beberapa menit lamanya. Lumayan juga bagi para penghuni lama yang memang tidak begitu niat dalam bersekolah. Dengan begitu, jam belajar mereka bisa berkurang walaupun cuma beberapa menit la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN