"Pasti banyak cewek-cewek cantik, nih." Itulah Gibran. Hal pertama yang ingin ia lihat di sekolahan itu adalah para gadis cantik. Ia tak peduli dan tak mau bertemu kedua sahabatnya terlebih dahulu. Pikirnya, bertemu mereka bisa di lain kesempatan, dan pastinya juga akan bertemu. Akan tetapi bertemu para gadis cantik, terutama gadis yang tidak sekelas dengannya adalah hal yang sulit. "Woi!" Namun di dalam pencariannya, sebuah suara keras mengagetkannya. Tak lama setelahnya, nampak dua manusia yang mendekatinya. Di saat itulah dirinya memasang wajah malas. "Lo ngapain di sini? Lupa sekolahan, lo? Hahaha." "Atau lo salah belok dan tersesat di sini," ucap yang satunya. "Woi, Kahlil Gibran. Sekolahan lo bukan di sini, lho. Lo masih muda udah pikun. Gimana, sih?" "Halah, berisik!" kata Gi

