Bab 35

1653 Kata

"Eh. Anu Pak. Itu ... Kami haus. Makanya singgah dulu di sini," jawab Gibran terbata-bata. "Haus kok pesannya kopi," katanya. "Eee ... Iya Pak. Biar gak ngantuk juga selama perjalanan. Iya gak, Dho?" tanya Gibran sambil menepuk bahu temannya itu. "Ah. Iya-iya," jawab Ridho. "Oh, gitu ya? Saya hitung sampai tiga kalian harus kembali ke motor dan menuju ke sekolahan," ucapnya. "Eh, Pak. Kita mau ke rumah sakit. Nih kopi juga masih panas," ucap Ridho. "Satu ...." "Pak," panggil Gibran sambil secepatnya ingin menghabiskan kopinya. "Dua ...." Suara si guru itu yang masih menghitung. "Masih panas, Pak," ucap Gibran. "Tiga ...." Di hitungan terakhir itulah mereka berdua langsung melarikan diri dengan keadaan kopi yang masih sisa setengah. Gibran langsung menyalakan mesin motornya dan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN