Bab 39

1742 Kata

Bodohnya, cara dia menyapa gadis itu sangat jauh dari kata normal. Dia lelaki, dan yang disapanya adalah seorang perempuan. Dan lebih parahnya belum saling mengenal. Harusnya ia bisa memberikan kata-kata sapaan dengan kata-kata yang lebih bagus lagi. Bukan dengan kata-kata seperti itu. "Kamu ...." Gadis itu menunjuk diri Gibran. "Kamu cowok yang dihukum tadi?" lanjut Keysa bertanya. "Ya. Betul sekali," jawab Gibran. "Kamu kok tahu namaku?" "Kamu lihat cowok culun yang ada di sana?" tanya Gibran sambil menunjuk Ridho. Keysa mengikuti telunjuk Gibran. Ia melihat ada seseorang yang berada di sana. Seseorang yang tak lain dan tidak bukan adalah Ridho. Sementara itu, di ujung sana Ridho cuma berdiri diam sambil salah tingkah ketika dia sadar sedang dijadikan pusat perhatian. "Oh. Itu buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN