Bab 40

1236 Kata

Mungkin tidak salah jika mereka disebut para sahabat laknat. Datang membawa keributan, pulang meninggalkan rasa kesal. Sungguh kasihan orang yang mempunyai sahabat seperti mereka. Tapi masalahnya, Gibran juga sama seperti mereka. "Hei Kahlil Gibran. Hebat itu diakui, bukan mengakui. Saking gak ada yang mengakui kalau lo hebat, sampai lo mengakui diri lo sendiri hebat. Hahaha," ejek Iqbal lagi. "Ya biarlah. Kalau gue ikut-ikutan nyebut diri gue gak hebat, lalu siapa yang akan menyebutnya hebat? Lagipula, gue emang hebat beneran," ucap Gibran. "Ya deh terserah. Ayo berangkat, dan buktikan!" ajak Indra. Masih ada dendam yang belum terbalaskan. Itulah yang kini ada di pikiran Gibran. Ia harus membalaskan dendamnya kepada kedua sahabatnya itu atas kejadian kemarin malam. Tapi dengan cara ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN