"Gak sampai jual rumah," jawab Gibran dengan santainya. "Gue nanya serius. Ini berapa harga baksonya? Soalnya gue bawa duit gak banyak," ucap Iqbal. "Delapan ribu doang. Sama esnya tiga ribu," jawab Gibran. "Widih. Lumayan murah juga." "Tapi kok aneh, ya. Kenapa cewek-cewek malah pada suka datang ke sini? Apa mereka itu para cewek yang gak punya duit?" tanya Indra. "Ya nggak tahu. Peduli amat soal itu. Yang penting nikmati aja baksonya lewat mulut dan lidah lo, dan nikmati juga pemandangan cewek-cewek cantik itu lewat mata lo," kata Gibran. "Siap. Eh tapi kita beraksi gak, nih?" tanya Iqbal. "Ya silahkan aja kalau lo mau," jawab Gibran. Sembari menunggu bakso pesanan datang, mata mereka tak bisa lepas dari wajah para gadis yang juga sedang makan di tempat itu. Hingga sampai pada ti

