Ridho juga tertawa, tapi cuma sebentar. Ia segera menyadari bahwa apa yang telah Gibran lakukan adalah sesuatu yang sudah keterlaluan. Boleh saja ia membalas dendam, tapi juga tidak harus seperti itu. Itulah yang Ridho pikirkan. Kali ini ia betul-betul tak sejalan dengan pemikiran dari teman barunya itu. "Tapi bukannya itu keterlaluan, ya?" tanya Ridho. "Keterlaluan apanya? Gitu doang, lho. Paling teman gue cuma kesal gara-gara divideo call sama cewek itu. Udah tuh pakai nanyain tentang cinta segala pula. Hahaha," kata Gibran. "Bukan, bukan itu," ucap Ridho. Gibran pun mendadak memasang wajah serius. "Lalu maksudnya?" tanya Gibran. "Bukan keterlaluan sama teman lo, tapi keterlaluan ke cewek itu," kata Ridho. "Tanpa lo sadari, lo udah banyak menghina dan meremehkannya. Padahal dia ngg

