Bab 33

1776 Kata

"Hahaha ... Waktu kita ngopi hari itu, gue sempat lihat," jawab Iqbal. "Sungguh mata-mata yang andal," ucap Indra. "Gue gitu, lho." "Cocok jika nantinya lo jadi maling," ucap Indra lagi. "Parah," ucap Iqbal. Indra tertawa pelan. Iqbal yang mempunyai peran utama dalam misi itupun mulai membuka sebuah aplikasi utama di mana Gibran dan orang-orang bisa berkomunikasi lewat ponsel. Ada satu nama yang ia cari, yaitu Liya. Kenapa nama itu yang terlintas di benak Iqbal, bukan nama Riani? Jawabannya sungguh sederhana. Walau cuma bercanda, ia tak mau membuat masalah atas hubungan Gibran dan Riani. "Dih. Kenapa harus cewek itu?" tanya Indra. "Nggak apa-apa. Gue pengen tahu aja respon dia kalau Gibran nembak dia," jawab Iqbal dengan santainya. "Buset. Lo mau apa, woi?" tanya Indra lagi. "Udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN