"Iya deh. Gue mau menjawab. Daripada lo mati penasaran, entar," ucap Gibran. "Dasar konslet sialan! Cepat ngomong kalau mau ngomong!" perintah Indra. "Sabar dong. Ngomong juga butuh persiapan. Nggak asal nyerocos doang," kata Gibran. "Hadeh. Terserah lo dah." "Waktu kami masih berdiri tadi, itu kami sedang saling berkenalan. Gue ngenalin nama ayah gue, dan dia juga ngenalin nama ayahnya," kata Gibran. "Lah, kenapa jadi ngenalin nama ayah, bukan nama lo sendiri?" tanya Iqbal. "Biar nggak gampang lupa kalau entar udah lama gak ketemu. Kan mitosnya, orang yang udah lama gak ketemu, lalu ketemu lagi, itu yang diingat kebanyakan malah nama bapaknya, bukan nama orang itu sendiri," ucap Gibran. "Hahaha ... Ada-ada aja lo. Yang serius ngapa!" pinta Indra. Bukan pelawak, tapi setiap kata ya

