"Teman, sewaktu ayah masih SMA. Hahaha." "Wah, parah. Aku bilangin ibu entar bahwa Ayah masih ingat mantan," ucap Gibran. Sebuah teknik ancaman yang cukup hebat dari Gibran. Meskipun teknik itu juga cuma sekedar bercandaan antara sang ayah dengan anak saja. "Enggak lah, Bran. Bukan mantan Ayah." "Oh. Aku tahu. Ayah sudah ditolak sama dia sebelum sempat mengutarakan rasa. Iya, kan?" tanya Gibran. Ayahnya cuma tertawa. "Nah, kan? Terus dulu itu gimana Ayah menanggapinya?" tanya Gibran. "Oh iya, sampai lupa. Jadi yang Ayah lakukan dulu buat membalas sifat cueknya itu dengan membalas cuek balik ke dia," jawab sang ayah. Dicernanya kalimat sang ayah. Ia mengerti sekarang. Ia sudah tahu harus berbuat apa untuk menghadapi sifat cuek dari Lisa. Sikap yang katanya membuat menyerah para kaum

