Sungguh ia sendiri pun sebenarnya tak tahu kenapa dia bisa terhipnotis seperti itu. Yang ia tahu, gadis bernama Lisa itu memang sungguh mempesona. Sampai-sampai untuk mengalihkan pandang dari dia saja butuh usaha ekstra. Selanjutnya, Gibran dan yang lain pun mengikuti pemanasan yang diintruksikan oleh Pak Alif. Sesekali ia juga masih mencuri pandang ke arah Lisa yang berada jauh di sana. "Woi, Bran. Lisa kenapa, tuh?" tanya Iqbal pelan. Gibran seketika langsung menoleh. Baru juga beberapa menit ia mengalihkan pandang dari Lisa, tapi gadis itu kini sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. Dan yang membuat Gibran emosi adalah ketika dia digendong oleh salah seorang teman lelakinya dan mungkin akan dibawa ke UKS. "Cih," decak Gibran. "Ini bukan waktunya untuk cemburu, Bran," bisik Iqbal.

