Bab 49

1401 Kata

"Nanti kalau acaranya udah selesai, aku minta lagi ya, Kak," ucap Gibran. Ramon masih diam. Begitulah cara Gibran dalam mempermalukan sang kakak kelas sekaligus mempertahankan harga dirinya di depan banyak orang. Andai saja ia menampakkan bahwa dia kepedasan, maka sudah dipastikan bahwa dia akan menjadi bahan tertawaan. Namun setelahnya, tetap saja dirinya mendapatkan kesialan. Lumpur dan tepung memenuhi area wajahnya. Ia sejatinya ingin menolak, tapi apa boleh buat? Mana mungkin dirinya bisa melawan kehendak sang kakak kelas yang merupakan panitia. Bukankah di pasal satu tertulis bahwa panitia akan selalu benar? Dan jika panitia salah, maka akan kembali ke pasal satu? "Sialan! Woi, air woi," ucap Gibran. Kini posisinya adalah adalah sudah dalam perjalanan menuju pos 4. Dengan begitu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN