"Sebentar! Ini maksud lo apa, sih? Gue bingung," tanya Indra. "Gini. Gue kan tadi bilang dia kalau lo sebenarnya suka sama dia, tapi malu buat ngungkapin. Terus waktu gue mau bilang kalau lo punya rasa malu yang besar, eh malah salah ngomong. Jadinya malah punya kemaluan yang besar," jelas Gibran. Mendengarnya membuat Iqbal tertawa terbahak-bahak, sedangkan Indra diam saja seolah bingung ingin ikut tertawa atau malu. Sahabatnya yang bernama Gibran itu benar-benar sudah tidak waras. Bisa-bisanya di depan perempuan, apalagi perempuan seperti Nana, ia berbicara seperti itu. Walaupun cuma kesalahan dalam berucap, harusnya itu tidak terjadi. "Sialan lo! Parah," kata Indra. "Hahaha ... Gak apa-apa, Ndra. Gue jamin 100 persen si Nana akan nerima lo setelah Gibran bilang begitu ke dia. Ya mesk

