41

1556 Kata

POV Satria Aku terus mengemudikan mobil menyusuri jalanan yang lengang, tapi tak juga melihat sosok istriku. Apa jangan-jangan dia sudah sampai rumahnya? Itu bisa jadi. Apa boleh buat, walau pasti akan canggung datang ke rumah ibu mertua yang kemarin sore sikapnya tak bersahabat pada menantunya ini, namun aku harus tetap menjemput Nina. Apa jadinya si kembar tanpa ibu mereka? Jika Nina tidak di rumah aku pun jadi tidak bisa kerja. Sayang jika toko tutup, takutnya pelanggan akan pindah ke toko sembako lain dan akan keterusan. Jadi mau tak mau aku harus menjemput Nina, walau pasti akan tidak enak hati pada Ibu mertua. Nina, Nina. Dasar anak kecil. Bisa-bisanya dia pergi tanpa pamit. Seharusnya kan bilang, aku bisa antar bukannya pergi diam-diam seperti ini. Aku menarik napas saat teringat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN