POV Satria "Ayolah makan, Bos," kata Redi. Dia mengambil piring lalu mengulurkannya padaku. "Iya terimakasih, tadi saya sudah makan," jawabku. Meraih piring darinya lalu meletakkannya di hadapanku. Nina menatapku sekilas. Putri menyenggol lengan Nina. Zain tersenyum. "Tapi makannya bukan di sini. Ayo makan bersama-sama, Bos. Tenang saja semua makanan di sini bersih dari kuman," katanya tampak geli. Aku menatapnya tajam dan dia tersenyum. "Makanlah makan. Tak sopan kalau kau nolak." Redi meraih paha goreng besar di piring, entah paha apa itu besar sekali. "Ini tu aku yang potong pagi-pagi benar, Sat. Aku pula yang masak karena biniku sibuk urus Raja. Mertua datang sudah matanglah angsa ni. Enak kali pokoknya, bikin kau ketagihan." Dia meletakkan paha kecokelatan berbalut bumbu itu ke

