39

1800 Kata

POV Nina "Ya sudah kalau begitu ibu mau langsung pulang," kata Ibu. Senyumnya tiba-tiba saja merekah saat menatap ke bawah. "Hani-faaa, hallo cucunya ne-neaak!" Serunya riang sambil membungkukkan badan saat anak perempuanku itu merangkak kemari. Hanifa merangkak semakin cepat sambil berkata, eh, eh, eeeh, begitu dekat dengan ibu, ibu langsung menggendongnya, menciuminya beberapa kali lalu menurunkannya. "Mana cucu nenek yang satunya?" Ibu berkata sendiri, sambil menatap ke sana kemari ia akhirnya masuk ke ruang tengah, tak lama kemudian ia keluar dengan menggendong Hanif yang terlihat mengantuk. Ibu menciuminya beberapa kali lalu memberikannya pada Bu Diah, tapi Hanif menggelengkan kepalanya sambil menangis. Akhirnya ibu menurunkannya, lalu berkata pada Bu Diah. "Hanif hanya belum terb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN