38

1848 Kata

POV Nina Aku nyengir mendengar pertanyaan suamiku. Sejujurnya aku tak berniat menjelek-jelekkannya sama sekali, tadi saat menyadari dia masuk ke dalam, aku tiba-tiba terpikir bicara seperti itu pada Putri, refleks saja, tiba-tiba tanpa direncanakan. Temanku itu tampaknya juga kaget dan tak percaya pada ucapanku bahwa Om Satria pelit, jadi nanti aku akan klarifikasi kebenarannya lewat WA. Lagian aku juga gak mau suamiku dianggap pelit karena kenyataannya gak begitu. "Apa uang jajan kurang? Mau dinaikin? Bilang saja minta berapa," katanya lagi, diturunkannya si kembar yang langsung merangkak ke sana kemari. Om Satria memperhatikan si kembar lalu duduk di sampingku, masih menatapku dengan sorot jengkel. Tampaknya dia benar-benar tak terima pada ucapanku tadi yang mengatakan dia pelit. "Tam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN