Kaca pecah. Kamera terpuntir. Lampu merahnya padam seketika. Ruka sampai menahan napas. “BUSSET— kena!” Asa melongo. “Dia lemparnya kayak atlet kejuaraan!” Rora ternganga. “Gila… itu jauh loh.” Rami kembali ke posisi mereka dengan wajah datar, seolah tadi hanya meniup debu, bukan menghancurkan CCTV. “Tenang,” katanya santai. “Satu CCTV mati pas cuaca begini? Pemiliknya bakal pikir itu korsleting.” Asa menimpali, “Atau angin kencang.” Rora ikut berbisik, “Atau hantu.” Rami mengangkat tabletnya lagi. Jari-jarinya menari cepat di atas layar. “CCTV lain aku matiin lewat sistem.” Ia berhenti, menatap mereka bergantian. “Kita punya enam menit sebelum mereka cek manual. Ayo. Masuk pintu samping. Misi baru mulai.” Ruka ternganga. “Kayak nonton bunglon balik ke warna asli…” Di ba

