“Ayo kita ke markas Fandi, aku ingin lihat seperti apa markas itu saat ini.” kata Atha beranjak. Rahman mengikutinya. Mereka masuk mobil dan pergi dari Utama Dirgantara, diikuti empat mobil pengawal. ⸻ Di markas Fandi saat ini… Di kamar Fandi… Pemuda itu tengah sibuk dengan tumpukan berkas di meja kerjanya. “Aku belum pernah menjenguk Ayah. Aku harus sempatkan waktu untuk menjenguknya…” gumam Fandi. ⸻ Sedangkan di bagian samping markas, ada sebuah saung dikelilingi pepohonan yang membuat suasana sejuk. Rami, Rora, Asa, Ruka, dan Epi sedang berbaring santai di saung lumayan besar itu. Sementara itu, Jose, Kei, dan Arvino duduk santai tidak jauh dari mereka. Tiba-tiba— Tiin… tiin… Bunyi klakson mobil. Ada lima mobil masuk ke gerbang markas. Kei, Jose, dan Arvino langsung berdiri

