Berita yg meresahkan

1662 Kata

Fandi langsung panik dan mendekat. “Kenapa, sayang? Ada apa?” tanyanya cepat, nada suaranya ikut gemetar. “Kepala ku sakit… tiba-tiba,” jawab Epi lirih, matanya terpejam. “Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit,” ucap Fandi cemas, tangannya sudah bersiap meraih ponsel. “Gak usah…” Epi menggeleng lemah. “Aku mau rebahan saja.” Fandi menatapnya beberapa detik, jelas ragu, tapi melihat wajah Epi yang pucat ia mengangguk. “Ya sudah, aku bantu.” Ia membantu Epi berbaring di ranjang, menyelimuti tubuh istrinya dengan rapi, lalu ikut merebahkan diri di sampingnya. Tanpa diminta, Epi langsung merapat, tenggelam dalam dekapan Fandi. Lengannya melingkar erat, seolah mencari rasa aman. Fandi memeluknya kuat, satu tangannya mengusap punggung Epi perlahan. Tak lama kemudian, tanpa sadar Fandi te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN