“Hahaha, kau begitu saja emosi. Astaga, laki-laki macam apa kau ini…” Rora tertawa lepas, hampir terpingkal melihat ekspresi Kei. Yang lain hanya tersenyum melihat perdebatan kecil kedua sahabat itu. Hangat, ramai, tapi tetap terasa rumah. ⸻ Kembali ke Fandi & Epi — Rumah Utama Dirgantara Di balkon lantai dua, Atha, Rahman, dan Darmaji sudah memperhatikan kedatangan mereka dari tadi. “Lihat, Tuan. Sepertinya Tuan Muda sudah terang-terangan menyukai gadis itu,” ucap Rahman sambil tersenyum tipis. “Biasanya yang dibawa ke sini Arvino, Jose, atau Kei. Sekarang langsung gadis.” Atha tersenyum samar, namun nada suaranya tetap tenang. “Entahlah. Kemarin saat aku bertanya, dia bilang belum memikirkan hal itu.” “Menurut saya, dia hanya malu mengakuinya, Tuan,” Darmaji ikut menimpali, mata

