Kecelakaan fandi dan epi

1548 Kata

Epi terdiam sejenak. Tidak ada jawaban yang keluar darinya. Melihat kebingungan itu, Fandi perlahan menggenggam tangan gadis itu dan berkata lembut, “Jangan dipaksa. Pikirkan saja pelan-pelan. Aku nggak akan mendesak, kok… tapi jangan minta waktu setahun juga,” ujarnya sambil terkekeh kecil. Senyum tipis akhirnya muncul di bibir Epi. “Sudah mulai ramai. Ayo kita keluar. Kamu mau beli apa?” tanya Fandi. “Aku mau cari sate jumbo yang viral itu. Rora minta,” jawab Epi. “Baik, kita cari dulu,” kata Fandi. Mereka berkeliling pasar malam. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, aroma panggangan tercium dari sebuah gerobak sate jumbo. Mereka segera menghampirinya. “Kamu mau yang mana? Ada daging, kulit, sama usus,” ujar Fandi. “Yang daging sama kulit. Kulitnya delapan, dagingnya sembilan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN