Dengan cepat mereka semua masuk ke mobil dan meninggalkan markas. Mobil itu melaju sangat kencang, menembus jalanan malam. Beberapa menit kemudian, dari kejauhan mereka melihat Fandi berlutut sambil memeluk erat tubuh kecil Epi yang bersimbah darah. Begitu mobil berhenti, mereka berempat berlari ke arahnya. “Apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa kecelakaan?” tanya Kei dengan napas memburu. “Aku… nggak tahu. Tolong… cepat bawa aku ke rumah sakit…” Fandi mendesak dengan suara bergetar. Napasnya tidak beraturan, matanya merah. Arvino segera membuka pintu mobil, membantu Fandi mengangkat tubuh Epi dengan hati-hati. Jose dan Ruka ikut naik ke dalam mobil. Tanpa buang waktu, mereka langsung melaju, meninggalkan sisa anggota yang masih shock—Kei, Rora, Rami, dan Asa. “Ayo periksa mobilnya. Li

