POV Atqa. Dengan sabar aku menemani Mama yang dengan sangat telaten mengurus Kak Jelita yang masih harus tinggal di rumah sakit hingga dua hari mendatang, besok ia dijadwalkam untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat kondisi rahimnya pasca abortus yang ia alami kemarin, terlebih ia keguguran karena sebuah pukulan. Papa dan Mas Fajar juga masih harus bolak-balik ke kantor polisi untuk mengikuti perkembangan kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa Kakakku ini, keadaan Kak Jelita memang sudah terlihat lebih baik, ia sudah tidak begitu lemas dan pucat seperti kemarin, hanya saja mentalnya yang belum pulih seperti semula. Ia masih suka tiba-tiba menangis karena menasa kehilangan janinnya atau kadang histeris jika ada yang tiba-tiba menyentuhnya, sepertinya ia men

