"Neng, mau kemana? Ini 'kan hari Minggu?" tanya Adi saat melihat Ara sudah bersiap untuk keluar rumah. "Ke rumah temen, Pak. Dari kemarin di nyuruh Ara main, Bapak enggak apa-apa 'kan Ara tinggal? Atau Bapak mau Ara bantuin dulu?" tanya Ara melihat Bapaknya yang sedang membuat adonan martabak untuk jualannya malam ini. "Enggak usah, Neng. Bapak mah, udah biasa bikin adonan sendiri, udah belasan tahun, iya 'kan!" ujar Adi sambil tersenyum pada putri tunggalnya itu. Itu memang benar, lelaki itu sudah menggantungkan kehidupan mereka dari berjualan makanan manis favorit jutaan umat itu. "Ya udah, kalau begitu Ara berangkat ya, Pak." Ara Mencium tangan Adi yang belepotan tepung terigu kering hingga ujung hidung Ara ikut memutih, sambil tertawa gadis itu membersihkan wajahnya. Adi tersenyum

