Ikhlas

1917 Kata

"Hiks..... hiks..... hiks...." Tangis Anindya sambil memeluk batu nisan makam Bu Tari. "Aku benar-benar minta maaf sama Ibu, aku benar-benar tidak tahu apapun yang pernah terjadi." Anindya meminta maaf kepada Bu Tari dengan tulus. "Aku seharusnya sadar , kalau kebahagiaan yang selama ini aku dapatkan ternyata ada penderitaan yang harus didapatkan oleh Kakak Karina ." Anindya menangis di makam Bu Tari. "Aku harusnya sadar bagaimana penderitaan hebat yang dirasakan kak Karina dan juga Ibu Tari selama ini ." Tangis Anindya dengan deras. "Aku ingat bagaimana aku memperlakukan Bu Tari semasa hidup yang menjadi pekerja di rumah ku , aku benar-benar minta maaf kepada Bu Tari atas semua perlakuanku kepada mu." Anindya menangis begitu deras. "Ya tuhan..... kenapa? Kenapa ini semua terjadi? Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN