"Kenapa kau bisa secepat ini mengikhlaskan anak yang sangat kau inginkan awalnya ? Ternyata pikiran ku memang benar kau yang melakukannya, kenapa kau tega melakukan ini ? Aku pikir pembantu berkata bohong kepada ku, tega sekali kau membunuh bayi yang belum lahir dan tidak berdosa itu Karina." Ucap Darren dalam hatinya. "Aku benar-benar tak menyangka kau dengan tega melakukan hal seperti itu hanya karena dendam dan iri hatimu, kau dengan gelap mata menghilangkan nyawa seorang bayi yang tak berdosa." Ucap Darren dalam hatinya sembari menahan rasa amarah yang dia pendam selama ini kepada Karina. Flashback on Saat Karina pergi ke toilet , Darren mencoba menelpon salah satu pembantu di rumahnya dengan maksud untuk mencari tahu yang terjadi saat dia pergi ke kantor. "Dokter bilang Anindya me

