BUKA BERSAMA

1737 Kata

“Mas Sagara!” panggil Vika Aku menengok ke Vika. Dia melambaikan tangan dan tengah menuju ke sini. Sedang aku malah sedang kesusahan karena anak-anak sibuk berbicara sendiri dan tidak mau mendengarkan apa yang tengah disampaikan oleh Gus Mustafidz. Aih ngomong-ngomong soal gus itu, entah kenapa aku tidak suka melihatnya. Aneh sekali. Padahal kami baru bertemu. Belum ada tiga minggu malah. Tapi sekali saja melihatnya, rasanya ada perasaan tak ingin bertemu dia lagi untuk selama-lamanya. Padahal dia tidak berbuat apa pun yang menyakitiku, kecuali ya satu hal, menjadi pesaing terbesar untuk mendapatkan Balqis. Ya Allah … gadis itu, sudah cantik, berakhlak mulia, menutup semua auratnya, dan lesung pipinya itu, menggemaskan sekali. Astaghfirulloh …. Aku segera menggeleng lalu mengelus d**a.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN