PENOLAKAN MASA LALU

1730 Kata

Beberapa bulan lalu di pondok Mustafidz. Mustahil. Mustahil ini aku lakukan. Kata-kata itu langsung keluar kala aku memasuki area pesantren milik Mustafidz. Kini kami akan sekali lagi menemui orang tuanya. Namun belum-belum nyaliku sudah ciut kembali. Pesantren ini sangat luas. Luasnya mungkin bisa dibandingkan dengan satu desa. Gedung-gedungnya bertingkat. Dan di setiap lantainya tampak ratusan santri. Kala Mustafidz keluar dari mobil, dia langsung disambut banyak santri yang berebut menyalaminya. Seorang santriwati yang mendampingiku sejak perjalanan dari rumah langsung membawaku menuju arah yang lain, menghindari kerumunan. Mustafidz menyusul beberapa saat kemudian. Kali ini kami memasuki kawasan pondok putri. Saat beberapa santriwati berada di depanku, mereka pun sama, mereka menya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN