DELAPAN

706 Kata
Langit Sore ini Mendung, Seakan Ingin Hujan. Semilir Angin Perlahan menerbangkan Rasa Rindu yang Semakin Hari semakin Bertambah, Berharap Seseorang yang kita Rindukan Juga Menitipkan Ucapan Rindu Pada Sang Angin. Tiga Bulan Sudah Berlalu begitu saja, Tanpa Menghapus sedikitpun Rasa. " Lin, Sore Jangan lupa Jemput gue " Ucap Jenny Sambil Berjalan Santai keluar Ruangan " Oiaa Sekalian ada yg Mau kenalan sama lu lin, Cieeee lu diem aja ada yg Nyangkut yaa. Kok gue berbeda sih wkwkwk " " Apaa sih luu Rese banget, gak usah kenal-kenalin gue ke Orang yang gak jelas deh " Sejujurnya Aline Sedang tidak berminat Saat ini untuk Menjalani suatu hubungan yang Merepotkan. " Yehh.. siapa Juga mau kenalin lu, Orang dia bilang udah Pernah ketemu elu cuman lupa Kenalan " Ucap Jenny " Haaah, Siapa ? " " Bye " Senyum Jenny Sambil menutup Pintu " Tu anak Nyebelinnya gak ilang-ilang Heran " Sore Tiba Aline bergegas Menuju Rumah Jenny Menggunakan Mobilnya 'Tumben banget ni Rumah Rame' Aline Melirik Parkiran Rumah Jenny Sambil Memarkirkan mobilnya, lalu Terkejut Melihat mobil yang dia kenal Jantungnya Berdetak dengan cepat hanya dengan melihat mobilnya.... itu mobil Zerah, Aline mencoba menenangkan Hatinya dengan Menarik-hembuskan Nafas Beberapa kali. Dia Cowok Pengecut, lo gak boleh gini Terus lin Aline Berucap Menguatkan Dirinya sendiri. Cukup lama Aline Berdiam diri di dalam Mobil, ia Ragu untuk Masuk, terlalu takut bertemu Zerah, Takut hatinya luluh lagi. Akhirnya dia Mengambil Jalan Tengah yaitu Menghubungi Jenny. "Tuuut ... Tuuuut" 'kemana ni anak ngak di angkat-angkat' Cukup lama Berdiam Menimbang-nimbang akhirnya dengan Ragu Aline turun dari Mobil menuju pintu masuk Rumah Jenny lalu dengan ragu menekan Bel berharap yang dia takutkan tidak terjadi. Namun Saat Pintu terbuka dia tau Harapannya tidak terkabul Sedikitpun ... " Aline....." Pria berambut ikal itu Kaget setengah Mati iaa Menatap Lekat-lekat wanita yang ada dihadapannya Berharap Kerinduan yang Sudah menumpuk di benaknya Berkurang Sedikit dengan menatap Aline sebentar pikirnya, dia hanya diam menatap Aline, Aline pun sama namun kemudian dia Menyadarkan dirinya Kembali. "Jenny ada ? " Ucap Aline Datar " Ehhh..... Sorry Silakan Masuk, Jenny dikamar Sepertinya " Zerah Tersadar dari lamunan panjangnya lalu ia Memiringkan Badan memberi Ruang sedikit agar Aline Bisa masuk. " Oke " Aline Beranjak Masuk ke dalam, ia Sangat ingin Berlari Menuju Kamar Jenny, namun ia urungkan agar dia Tetap Terlihat Cool di hadapan Pria ikal itu. " Siapa Zer?.... Ohhh Alinee " Bang Jojo Menatap Bingung Aline dan Zerah, melihat adanya kecanggungan yang sebelumnya belum pernah dia lihat di mimik wajah Aline dan juga Zerah. " Bang gue langsung ke kamar Aline yaa " Aline beranjak tanpa Menunggu Jawaban Jojo " Iya " Namun Aline kaget tiba-tiba ada yang Menarik tangannya dari Belakang dalam hati dia Berharap Zerah 'Kenapa sih lo Zer, gue takut Jatuh ke hati lo lagi' Aline Berucap dalam hati sambil Menghembuskan nafasnya dan Menatapi Seseorang yang Menarik Tangannya itu yang ternyata ZONKKKKK siapa Pria ini ? Aline Menatap Wajah tampan pria di depannya dan Mengingat-ingat siapa orang ini. " Siapa loe ? " Ucap Aline akhirnya "Lu lupa sama gue ?" Jawab Pria itu Aline Mencoba mengingat kembali namun buntu, tidak ingat sama sekali Aline Hanya Menggelengkan Kepalanya " Segitu gak pentingkah gue sampe gak diinget ? Dasar Ceroboh.. " Ucap Pria itu Tersenyum Berharap diingat Cukup lama Aline Mencoba mengingat-ingat siapa Pria ini ahhh Gelas jatuh yaa... " Hehee Sorry baru inget " Ucap Aline Tersenyum Manis " Payaah, kemarin kita belum kenalan.. Gue Raymon " Pria itu Memajukan Tangannya kearah Aline " Gue Aline " Sambil Tersenyum namun Senyumnya kembali Luntur Setelah Melihat Jojo & Zerah memperhatikan Mereka Sejak Tadi. Aline Melihat Raut Wajah Zerah Seperti sedang Kesal entah Karena apa, Sedangkan Jojo hanya menunduk entah kenapa. " Hei, lu kenal Zerah " Ucap Raymon membuat Aline kembali menatap Pria itu. " iya... ke..nal, eh gue ke kamar Jenny dulu yaa gue buru-buru " Ucap Aline Sambil berjalan kembali Menuju Kamar Jenny, Rasanya ia ingin Tenggelam Saja dengan ketidaknyamanan ini. " Lin gue Minta nomer lu ke Zerah yaa " ucap Raymon Sedikit Berteriak kepada Aline yang Terliat berjalan Cepat naik ke Tangga, Alinee hanya menoleh Sebentar lalu Mengangguk, berlali kecil ke kamar Jenny entah mengapa Hari ini kamar Jenny Terasa Jauh Sekali batinnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN