Aline : " Ayo kita ketemu "
Zerah kaget sekaligus Senang Membaca Pesan Wanita yang sudah seminggu ini dia tunggu
Kiting beb : " Sayanggg, Akhirnya kamu bales jugaa, aku kangen kamu. Okee Nanti aku jemput di depan yaa "
Aline : " Oke " balas Aline Singkat
Waktu bertemu Telah tiba, Aline keluar melewati Gerbang Rumahnya dan mendapati Zerah yang ternyata sudah sampai terlebih dulu.
Tanpa bicara Aline langsung duduk di Belakang Motor Zerah.
" Kita ke taman dekat sini aja, aku juga gak mau lama-lama "
Kehadiran Aline membuat Zerah Terkejut " yaampun Sayang kamu mau bikin Jantung aku copot aja " Aline hanya diam, Lalu Zerah Melanjutkan " yaudah ayoo " Jawab Zerah sambil Menjalankan Motor Besarnya.
Hati Zerah Sudah tidak tenang Sejak tadi, Sesampai di Taman, ia langsung Menanyakan Kepada Kekasih hatinya itu.
" Jadi kita mau ngapain disini ? Ada yang mau kamu Omongin ? " Seketika Jantung Zerah berdetak lebih cepat, Entahlah dia Merasa ada yg Aneh dengan Kekasihnya itu
" Aku mau kita sampai sini aja Zerah " Ucapan itu meluncur begitu saja dari Mulut Aline, Seketika Zerah Kaget bukan main, Seakan Hatinya Hancur Berkeping-keping bagai dilempar oleh Batu & Rasanya Bibirnya kaku untuk Berucap.
" Maksud kamu apa Sayang ? " Ucap Zerah Lemas, Dunianya Runtuh seketika, Lututnya bergetar tak Sanggup lagi Untuk Berdiri namun Pria itu mencoba untuk menahannya.
" kamu gak bisa kasih aku kepastian buat Masa depan hubungan kita ini, aku mau Menikah, Punya anak & punya Suami yang bisa aku andalkan, Kamu gak bisa kasih itu semua ke aku kan ? "
" Alinee.. kan aku sudah Pernah bilang, untuk hal itu aku gak bisa kasih kamu Janji Apapun, kamu boleh minta apapun ke aku Asal jangan Seperti ini sayang " Zerah Mencium Jari tangan Aline lalu Menggengamnya dengan Erat, Namun Sebaliknya Aline Melepaskan Genggaman Tangan Zerah, tanpa mau memandang Pria itu.
" Aku kangen banget sama kamu, Seminggu ini kamu Cuekin aku tanpa Alasan yang jelas, Ketemu malah minta pisah. Please sayang jangan Tinggalin aku " ucap Zerah memohon
" Maafin aku Zer, aku gak bisa lanjutin lagi, Mungkin ini saatnya aku jalanin hubungan yang Lebih serius dan gak buang-buang waktu " jawab Aline datar lalu Pergi meninggal kan Zerah yang terdiam kaku menatap Punggung Aline yg Perlahan Menghilang.
Zerah Memukul-mukul dadanya yang Terasa sangat Sakit oleh karena Aline, kakinya tidak mampu untuk berdiri, lututnya yang kini menjadi tumpuan. Inilah yang selalu dia takutkan, ditinggalkan.
Bahkan Aline Tak Sedikitpun Berbalik menatap Zerah " kenapa kamu Tinggalin aku Aline, aku sayang banget sama kamu " Ucap Zerah Berteriak tanpa Jawaban.
Disisi lain Aline Menangis Sejadi-jadinya di kamar, Sebenarnya hatinya Sungguh sakit Mengucapkan kata Perpisahan Setelah Sekian lama Mereka Bersama, Zerah laki-laki yang baik, dia Sangat Menjaga Aline dengan baik.
" Zerah .... Kenapa Sedikitpun kamu gak Seperti yang aku harapkan, Kenapa kamu gak Cegah aku? Kenapa kamu gak Kejar aku Memohon untuk kembali ? Kenapa ??"
Aline Berteriak sambil Menangis di Tempat tidurnya Apa benar jika kita Terlalu bahagia kita akan Menangis ? Karena Sebelumnya Aline Merasa sangat-sangat Bahagia bersama Zerah'
*****
" Omaigaaattt, lu kenapaaaaa ? Mata lo " Ucap Jenny Sedikit Berteriak menatap Aline, ia sengaja Mengunjungi Ruang kerja Aline karena beberapa Hari ini sahabatnya itu Terlihat agak Kusut dan Mendadak diam
" Diem lo " ucap Aline datar
" Yaaampun gue ini Khawatir lho sama lu Aline, Jahat banget sih " Ucap Jenny Pura-pura Sedih
" Makasih buat Perhatiannya " ucap Aline lesu melihat Jenny Membuat Perasaannya yang sedari tadi dia Tahan semakin Mendung dan kemudian Tumpah. Jenny langsung mendekati dan memeluk Aline yang sudah terdiam sambil Menangis menutupi Wajahnya.
" Loe tau kan lin, gue bakalan Setia dengerin " Jenny mengusap Punggung Aline dengan lembut.
Dengan Terisak Aline Berusaha untuk bicara " Gue ... Putus... sama.. Zerah Jen " Ucap Aline di Pelukan Jenny.
" Udah loe gak usah Cerita Sekarang, Kalo loe udah Siap dan Sudah Lebih Tenang baru lu cerita sama gue "
Sepulang kerja Jenny Mengajak Aline kerumahnya fikirnya Mungkin Sahabatnya itu butuh Suasana baru untuk menenangkan hati.
" So... Please tell me " Jenny menatap Aline dengan Perhatian Penuh " Mungkin dengan cerita lu bisa lebih lega lin " lanjut Jenny
" mhh .. jadi gini .......... " Aline menceritakan Semua kejadian dari awal dia berharap bisa sedikit mengurangi Beban dan kepedihan dihatinya saat ini.
" Jadi lu mau denger saran gue atau lu hanya butuh Kuping gue ? " Tanya Jenny dengan hati-hati Seusai Aline bercerita Sekarang ia tau apa yang Terjadi oleh sahabatnya itu.
"...... Gue gak tau, tapi untuk saat ini gue belum butuh nasehat Jen " Jenny mengangguk Pelan Mengerti.
" Gue mau minum dulu, gue ambil sendiri yaa " Aline Berdiri & keluar dari kamar Jenny Berjalan Pelan ke arah dapur, Meneguk Segelas Air putih dingin yang Sedikit Melegakan Tenggorokannya Akibat menangis Seharian, Karena Melamun ia Hampir Menjatuhkan Gelas Kaca ke Lantai, Namun bisa di cegah Oleh Tangan kekar Seorang Pria.
" Ehhhhh.... Makasih hampir aja !" Ucap Aline Kaget
" Lain kali Jangan suka melamun... Beruntung bukan Pisau " Aline menatap Pria asing itu, Mungkin Teman Jojo Pikirnya
" Iya... Sorry " Ucap Aline datar lalu Perlahan Meninggalkan Pria itu menuju kamar Jenny