DELAPANBELAS

795 Kata
" Lagi ngomongin apa ? Seru banget, kedengeran ketawanya sampe Toilet " ucap Aline Tersenyum " Lagi ngomongin kamu " . " Jangan ngomongin Orang dari belakang gak baik " " Loh kan ini udah ngomong di depan kamu " " Gak ngomongin yang aneh-aneh kok lin " Sahut Raymon cari aman. Kemudian Zerah Berbicara kembali ke Arah Raymon dengan raut Wajah yang Serius. " Ray " " Mmm? " " Jaga Aline Buat gue ya... " Aline yang sedang Duduk di sebelah Zerah kaget mendengarnya tutur kata Pria itu. " Kamu ngomong apa sih !?" kali ini Aline yang Bertanya dengan Nada Marah, namun tidak ada satu kata yang keluar dari bibir Zerah, Pria itu hanya diam saja. " Aku mau kamu yang jaga aku Zerah !!!! " lanjut Aline kembali. " Ray... Raymon Tolong Jawab " Zerah mengabaikan Pertanyaan Aline dan terus mendesak Raymon untuk Berjanji. Sambil memegang Kepalanya yang Tiba-tiba Sakit. " Iya... yang penting lo sembuh gue mau jaga Aline kok " kemudian Raymon Bangkit dari duduknya Menghampiri Zerah yang masih Memegang Kepalanya yang sakit. " Kepala lo sakit ? " Ucap Ray kemudian, Disusul Aline yang kembali Menatap Zerah dengan Raut Wajah Khawatir. " Aku Panggilin Dokter ya " Aline Berjalan cepat Keluar Ruangan untuk Mencari Suster ataupun Dokter yang sedang bertugas Malam itu. Tak lama Beberapa Tenaga Medis datang Bersama Dengan Dokter Daniel, yang dengan Cekatan Memeriksa Keadaan Zerah. . . . . Aline memandang Zerah yang sedang ditangani oleh Dokter Daniel, ini pertama kalinya Aline melihat Zerah Kesakitan. Hatinya sangat Sakit Melihat Orang yang dia Cintai kesakitan. Aline Menahan Tangisannya sekuat mungkin, ia tidak ingin Zerah Melihatnya menangis. Kemudian Melisa, Mama Zerah datang dengan Raut Wajah Khawatir Memandangi Zerah yang kesakitan, Mendekati Aline menguatkan Hati Wanita yang dicintai anaknya itu, Melisa tau dia pun Butuh dikuatkan, Sebagai seorang ibu Melisa sungguh Butuh Tumpuan. " Kita doakan supaya Zerah tetap kuat ya " ucap Melisa Mengelus Punggung Aline, Aline Menganggukan Kepalanya Sedih. ***** Aku menatap Sedih Batu Nisan yang ada di depanku. aku tidak pernah menyangka dia akan meninggalkan aku Secepat ini dengan semua kenangan indah yang selalu ia Berikan untukku semasa hidupnya yang Singkat. " Kamu jahat ! Kenapa kamu hadir di hidupku kalo Sekarang kamu Tinggalin aku... Kenapa kamu Kembali lagi Setelah Sekian lama kita Pisah, kenapa kamu kembali lagi ... Zer ? Jawab akuuu! Seharusnya kamu gak Pernah datang dihidupku Zer, Aku gak Sanggup hidup Tanpa kamu " aku menangis, kakiku terasa tak kuat lagi untuk menopangku berdiri, aku Terjatuh, Tersungkur di tanah tempat Istrahat Terakhir Kekasihku Zerah. Suasana di Pemakaman Zerah dipenuhi Peluh Tangis, tanpa Pesan tersirat Zerah meninggalkanku bersama Cintanya yang masih Tertinggal di hatiku, Jika aku mampu aku Ingin menarik kembali Jiwa Zerah yang sudah Pergi Meninggalkan Ragannya, tidak ada Senyum manis yang menghiasi wajahnya, di saat-saat Terakhir, dia Kesakitan. Terakhir kali ia mengalami Sakit yang Luar biasa di Bagian Kepalanya, dan mengalami Kejang Berkepanjangan. Dokter Daniel Mengatakan Zerah mengalami Pendarahan di Otak Subarachnoid akibat Kecelakan yang Sebelumnya ia Alami. Tidak pernah dia duga Sebelumnya Dua Minggu Terakhir yang Aline lalui dengan Zerah, Ternyata adalah sisa-sisa Kehidupan Pria itu. " Zerah ..... Sayang.... " Aline Kembali Menangis " kamu bohong! Katanya kamu gak mau liat aku nangis lagi! Siapa lagi yang akan hapus Air mataku Zer ? .... Zerah...." Jenny Memeluk Aline yang Tersungkur mencoba menenangkan sahabatnya Aline. " lin, Ikhlasin Zerah yaa.. gue tau loe Wanita yang kuat " " Zerah... Jen... Kenapa dia Ninggalin gue " " Enggak, Zerah gak Ninggalin lo kok, Dia pasti jagain loe ... udah yaa jangan nangis Terus, Gue gak tega liat loe kayak gini terus, Zerah juga pasti Sedih liat loe kayak gini.. lo gak mau kan liat Zerah Sedih? " Aline hanya diam tanpa Merespon. " lin, lo sendiri Denger kan Zerah Suruh Gue jaga lo, lo gak usah Khawatir.. gue akan Selalu Jaga lo. Mungkin gak seperti Zerah menjaga loe, Tapi gue akan lakukan Sebaik Mungkin " ucap Raymon lembut, Mengelus Pundak Aline yang Sedang ada di Pelukan Jenny. " ada Gue, Raymon sama Bang Jo yang bakal jaga lu lin, jangan Sedih lagi ya " Begitu banyak kalimat terlontar untuk Menenangkan Hati Aline, namun tidak ada Satupun yang Benar-benar Menenagkannya. ia tidak bisa membayangkan Sedikitpun Hidup Tanpa Pria Berambut ikal itu. Kehilangan Orang yang Kita Cintai Menorehkan Luka Besar Dihati kita, Akankah Kita bisa Membuka lagi hati yang Rapuh ini ? kalau Boleh Memilih Mungkin kita akan Memilih untuk tidak Pernah Jatuh Cinta, namun Bagaimana dengan Perasaan Jatuh Cinta? Apa kamu Menyesal Merasakannya ? Tersenyum, Bahagia Hanya dengan Memikirkan Dia . Jawaban Aline adalah : Tidak Pernah Menyesal Jatuh Cinta Meski Jalannya tidak Mulus, namun Dia tidak Pernah Menyesal untuk Merasakan Jatuh Cinta dengan Zerah. " Selamat Jalan Kekasih Hatiku Zerah Axelo...."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN