Suara itu! Iya ... sepertinya memang bukan pertama kalinya aku mendengar suara dengan nada kecil namun melengking. Bahkan dari nadanya saja bisa aku rasakan dia itu ulatnya peteng, nyrandu! Jika di tempat tinggal yang baru atau di lingkungan kerja, rasanya tidak ada karyawanku yang memiliki ciri suara seperti itu. Lantas di mana ya, batinku. Aku mencoba terus untuk mengingat-ingat kembali siapa sebenarnya wanita itu. Perawakannya yang tinggi namun badannya tidak terlalu besar dapat aku lihat sekilas walaupun di kegelapan malam dengan sedikit cahaya bulan. Dia terlihat mondar-mandir seperti sedang memikirkan sesuatu. Mungkinkah dia sedang merencanakan sesuatu untuk menyakiti ku atau bisa jadi dia ingin menghabisi ku. "Rasanya muak lihat kamu, beraninya kamu kembali ke tempat ini lagi. Aku

