Terjebak

1419 Kata

Langkah demi langkah kakiku terus bergerak dengan cepat tanpa bisa berpikir panjang dan tenang. Tangis tak lagi dapat aku tahan, emosi pikiran tak dapat aku kendalikan, yang ingin aku lakukan hanya berlari, pergi kemana saja asalkan bisa tenang. Tak lama langkahku terhenti, terkaget melihat diriku jatuh tersungkur ketika tanpa sadar aku melompat ke pagar pohon singkong di ladang. Pagar dengan tinggi lebih dari separuh badan ku ini. Pikiran yang semerawut membuat konsentrasi di penglihatan jadi menurun. "Aowww ... aduhhhh ... aduh ...." Keluhku merasakan badan ku yang jatuh hingga tersungkur, tengkurap karena terpelanting, sedangkan posisi kakiku terpeleset dan salah satu kaki ku terlihat nyangkut tergantung di ranting pembatas ladang dan sawah. "Uhhh ... sttttt ... huhhh," keluh ku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN